EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

Posted: Maret 3, 2009 in Bahan Kuliahku

A. PENGANTAR

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap bebagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit

B. TIGA KELOMPOK UTAMA PENYAKIT MENULAR

1. Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian cukup tinggi.

2. Penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama

3. Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.

C. TIGA SIFAT UTAMA ASPEK PENULARAN PENYAKIT DARI ORANG KE ORANG

1. Waktu Generasi (Generation Time)

Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan.

Perbedaan masa tunas denga wakru generasi yaitu Masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung, waktu generasi ialah waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik atau terselubung.

2. Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)

Adalah tingkat kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan atau penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu berdasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut.

Herd Immunity merupakan faktor utama dalam proses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu.

Wabah terjadi karena 2 keadaan :

· Keadaan kekebalan populasi yakni suatu wabah besar dapat terjadi jika agent penyakit infeksi masuk ke dalam suatu populasi yang tidak pernah terpapar oleh agen tersebut atau kemasukan suatu agen penyakit menular yang sudah lama absen dalam populasi tersebut.

· Bila suatu populasi tertutup seperti asrama, barak dimana keadaan sangat tertutup dan mudah terjadi kontak langsung, masuknya sejumlah orang-orang yang peka terhadap penyakit tertentu dalam populasi tsb. Ex: Asrama mahasiswa/tentara.

3. Angka Serangan (Attack Rate)

Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu di kalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki risiko atau kerentanan terhadap penyakit tersebut.

Formula angak serangan ini adalah banyaknya kasus baru (tidak termasuk kasus pertama) dibagi dengan banyaknya orang yang peka dalam satu jangka waktu tertentu.

Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancamam dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, sistem hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.

D. MANIFESTASI KLINIK SECARA UMUM

  1. Spektrum Penyakit Menular

Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat atau meninggal dunia.

Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau meninggal. Penyembuhan dapat lengkap atau dapat berlangsung jinak (mild) atau dapat pula dengan gejala sisa yang berat (serve sequele).

  1. Infeksi Terselubung (Tanpa Gejala Klinis)

Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakkan diri secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak dapat didiagnosa tanpa cara tertentu seperti test tuberkulin, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibodi dalam tubuh dll.

Untuk mendapatkan perkiraan besar dan luasnya infeksi terselubung dalam masyarakat maka perlu dilakukan pengamatan atau survai epidemiologis dan tes tertentu pada populasi. Hasil survai ini dapa digunakauntuk pelaksanaan program, keterangan untuk kepentingan pendidikan.

E. GAMBAR PENYEBARAN KARAKTERISTIK MANIFESTASI KLINIK DARI TIGA JENIS PENYAKIT MENULAR

I. Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik (terselubung)

Kelompok penyakit dengan keadaan lebih banyak penderita tanpa gejala atau hanya gejala ringan saja, tidak tampak pada berbagai tingkatan, patogenisitas rendah.

Contoh, Tuberkulosis, Poliomyelitis, Hepatitis A

II. Lebih banyak dengan gejala klinik jelas

Kelompok dengan bagian terselubung kecil, sebagian besar penderuta tampak secara klinis dan dapat dengan mudah didiagnosa, karena umumnya penderita muncul dengan gejala klasik.

Contoh :Measles, chickenpox

III. Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian

Kelompok penyakit yang menunjukkan proses kejadian yang umumnya berakhir dengan kelainan atau berakhirnya dengan kematian,

Contoh: Rabies

F. KOMPONEN PROSES PENYAKIT MENULAR

  1. Faktor Penyebab Penyakit Menular

Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat faktor yang memegang peranan penting :

Faktor penyebab atau agent yaitu organisme penyebab penyakit

Sumber penularan yaitu reservoir maupun resources

Cara penularan khusus melalui mode of transmission

Unsur Penyebab Dikelompokkan Dalam :

  1. Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis, dll.
  2. Kelompok cacing/helminth baik cacing darah maupun cacing perut.
  3. Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll.
  4. Fungus atau jamur baik uni maupun multiselular.
  5. Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia.
  6. Virus sebagai kelompok penyebab yang paling sederhana.

Sumber Penularan

  1. Penderita
  2. Pembawa kuman
  3. Binatang sakit
  4. Tumbuhan/benda

Cara Penularan

  1. Kontak langsung
  2. Melalui udara
  3. Melalui makanan atau minuman
  4. Melalui vector

Keadaan Pejamu

  1. Keadaan umum
  2. Kekebalan
  3. Status gizi
  4. Keturunan

Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke pejamu melalui :

  1. mukosa ataukulit
  1. saluran pencernaan
  2. saluran pernapasan
  3. saluran urogenitalia
  4. gigitan, suntikan, luka
  5. placenta

  1. Interaksi Penyebab dengan Pejamu

  1. Infektivitas

Infektivtas adalah kemampuan unsur penyebab atau agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu.

  1. Patogenesis

Patogenesis adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan gejala klinis yang jelas

  1. Virulensi

Virulensi adalah nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang berat terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas.

  1. Imunogenisitas

Imunogenisitas adalah suatu kemampuan menghasilkan kekebalan atau imunitas

  1. Mekanisme Patogenesis
  1. Invasi jaringan secara langsung
  2. Produksi toksin
  3. Rangsangan imunologis atau reaksi alergi yang menyebabkan kerusakan pada tubuh pejamu
  4. Infeksi yang menetap (infeksi laten)
  5. Merangsang kerentanan pejamu terhadap obat dalam menetralisasi toksisitas
  6. Ketidakmampuan membentuk daya tangkal (immuno supression)

  1. Sumber penularan
  1. Manusia sebagai reservoir

Kelompok penyakit menular yang hanya dijumpai atau lebih sering hanya dijumpai pada manusia. Penyakit ini umumnya berpindah dari manusia ke manusia dan hanya dapat menimbulkan penyakit pada manusia saja.

  1. Reservoir binatang atau benda lain

Selain dari manusia sebagai reservoir maka penyakit menular yang mengenai manusia dapat berasal dari binatang terutama yang termasuk dalam kelompok penyakit zoonosis.

Beberapa penyakit Zoonosis utama dan reservoir utamanya

  1. Pes (plaque) Tikus
  2. Rabies (penyakit anjing gila Anjing
  3. Bovine Tuberculosis Sapi
  4. Thypus, Scrub & Murine Tikus
  5. Leptospirosis Tikus
  6. Virus Encephlitides Kuda
  7. Trichinosis Babi
  8. Hidatosis Anjing

9. Brocellossis Sapi, kambing

Melihat Perjalanan penyakit pada pejamu, bentuk pembawa kuman (carrier) dapat dibagi dalam beberapa jenis :

1. Healthy carrier (inapparent), “Mereka yang dalam sejarahnya tidak pernah menampakkan menderita penyakit tersebut secara klinis akan tetapi mengandung unsur penyebab yang dapat menular kepada orang lain”.

2. Incubatory carrier (masa tunas), “Mereka yang masih dalam masa tunas tetapi telah mempunyai potensi untuk menularkan penyakit”.

3. Convalescent carrier (baru sembuh klinis), “Mereka yang baru sembuh dari penyakit menular tertentu tetapi masih merupakan sumber penularan penyakit tersebut untuk masa tertentu”.

4. Chronis carrier (menahun), “Merupakan sumber penularan yang cukup lama”.

Manusia dalam kedudukannya sebagai reservoir penyakit menular dibagi dalam 3 kategori utama :

1) Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita

2) Reservoir yang dapat sebagai penderita maupun sebagai carrier

3) Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita akan tetapi dapat menularkan langsung penyakitnya ke pejamu potensial lainnya, tetapi harus melalui perantara hidup

Referensi :

  1. Budiarto, eko.2003. Pengantar epidemiologi.jakarta: penerbit buku kedokteran egc
  2. Bustan mn ( 2002 ). Pengantar epidemiologi, jakarta, rineka cipta
  3. Nasry, nur dasar-dasar epidemiologi
  4. Arsip mata kuliah fkm unhas 2006

About these ads
Komentar
  1. Khumaerah mengatakan:

    bagaimana mekanisme penularan penyakit

  2. Rei mengatakan:

    thanks a lot!! ini bener” membantu untuk nyelesain tugas kuliah aku. hehehe.. C=

  3. dany satria mengatakan:

    boleh minta referensi yang lain g?
    yang lebih lengkap…
    soalnya saya sangat membutuhkan informasi tentang epidemiologi

  4. tita mengatakan:

    thx bwt informasinya….
    Blh dikopy yha……
    Bwt tgs skolah……

  5. you mengatakan:

    tolong donk,,,kasih info tentang penyakit apa aja yang perlu diisolasi dan apa aja yang dikarantina,,,,trims seblumnya,,,infonya sgt mmbantu..

  6. agung mengatakan:

    tolong kasi tau pes secara epidemologi yang lengkap.thanks

  7. jihan mengatakan:

    saya membutuhkan informasi tentang penelitian tb paru menggunakan studi kohort..
    mohon bantuannya..

  8. hangga mengatakan:

    thanks untk infonya karna sangat membantu untk mahasiswa kesehatan.

  9. JUSMAN mengatakan:

    pak dokter tolong kasi info mengenai cara pencegahan dan penata laksanaan penyakit menular ?? yang lengkap ya pak dokter .. terima kasih ..

  10. aldo mengatakan:

    wah, thanks banget ya.
    brkat ini proses pengerjaan tgs gw jadi lncar.
    ya biysalah, tgas2 anak2 smster 2 fkm, hahaha.
    msh pngantarnya aja. hahaha.
    mdh2an epidemilogi makin banyak peminatnya di fkm,

    peace

  11. raya mengatakan:

    arigato.. ^^

  12. RIA mengatakan:

    boleh tau lbh lnjt lg g?apa ja sich komponn2 y slaen faktor2 di ats tsb……………………………???????????
    Tyuuuus…… bagai mana mekanisme krjanya ??????………..

  13. Dwi wahyu mengatakan:

    thank u… sangat bermanfaat…..

  14. Asmar S. Polan mengatakan:

    Mantap..tingkatkan terus…Jayalah FKM…pancangkan terus almamater

  15. adhin mengatakan:

    sangat membantu sekali bro… mudah2han kedepannya semakin banyak referensi yg seperti ini….

  16. endah mengatakan:

    lengkap bngt

  17. kin mengatakan:

    Dengan membaca materi di atas sangat membantu dan menambah pengetahuan yang dapat di jadikan sebagai masukan untuk di sampaikan pada masyarakat agar dapat menjaga dan masy. tidak kamasukan penyakit sehingga sehat semua…….. harapan petugas epid…………. makasih banget

  18. Chiqy mengatakan:

    Thanx a lot atas infonya
    kalau besa lebih rinci lagi

  19. penyakit apa sih yang berpengaruh terhadap epidemiologi, , , ,????

  20. wati mengatakan:

    trimakasih materinya

  21. Kiki mengatakan:

    thx bgt shob gw dh selesein tgs neh..gara2 gw liat materi neh..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s