RIWAYAT ALAMIAH PERJALANAN PENYAKIT

Posted: Februari 23, 2011 in DASAR DASAR EPIDEMIOLOGI

1. PENGANTAR
Jika ditinjau proses yang terjadi pada orang sehat, menderita penyakit dan terhentinya penyakit tersebut dikenal dengan nama riwayat alamiah perjalanan penyakit (natural history of disease) terutama untuk penyakit infeksi. Riwayat alamiah suatu penyakit adalah perkembangan penyakit tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural.

2. PENGERTIAN

1. Gold Medical Dictionary: Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbullah gangguan pada fungsi atau struktur dari bagian, organ atau sistem dari tubuh.
2. Van Dale’s Groot Woordenboek der Nederlandse Tall: Penyakit adalah suatu keadaan pada mana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu perjalanannya.
3. Arrest Hof te Amsterdam: Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi-fungsi dalam dari tubuh.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Penyakit adalah suatu keadaan dimana terdapat gangguan terhadap bentuk dan fungsi tubuh sehingga berada dalam keadaan yang tidak normal

3. MANFAAT
Manfaat riwayat mempelajari alamiah perjalanan penyakit :
1. Untuk diagnostik : masa inkubasi dapat dipakai pedoman penentuan jenis penyakit, misal dalam KLB (Kejadian Luar Biasa)
2. Untuk Pencegahan : dengan mengetahui rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit.
3. Untuk terapi : terapi biasanya diarahkan ke fase paling awal. Pada tahap perjalanan awal penyakit, adalah waktu yang tepat untuk pemberian terapi, lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan.
4. TAHAPAN
Tahapan Riwayat alamiah perjalanan penyakit :
a. Tahap Pre-Patogenesa
Pada tahap ini telah terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih diluar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk kedalam tubuh pejamu. Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda – tanda penyakit dan daya tahan tubuh pejamu masih kuat dan dapat menolak penyakit. Keadaan ini disebut sehat.
b. Tahap Patogenesa
1) Tahap Inkubasi
Tahap inkubasi adalah masuknya bibit penyakit kedalam tubuh pejamu, tetapi gejala- gejala penyakit belum nampak. Tiap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda, ada yang bersifat seperti influenza, penyakit kolera masa inkubasinya hanya 1- 2 hari, penyakit Polio mempunyai masa inkubasi 7 – 14 hari, tetapi ada juga yang bersifat menahun misalnya kanker paru-paru, AIDS dan sebagainya.
Jika daya tahan tubuh tidak kuat, tentu penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh. Pada suatu saat penyakit makin bertambah hebat, sehingga timbul gejalanya. Garis yang membatasi antara tampak dan tidak tampaknya gejala penyakit disebut dengan horison klinik.

2) Tahap Penyakit Dini
Tahap penyakit dini dihitung mulai dari munculnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini pejamu sudah jatuh sakit tetapi sifatnya masih ringan. Umumnya penderita masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dan karena itu sering tidak berobat. Selanjutnya, bagi yang datang berobat umumnya tidak memerlukan perawatan, karena penyakit masih dapat diatasi dengan berobat jalan.
Tahap penyakit dini ini sering menjadi masalah besar dalam kesehatan masyarakat, terutama jika tingkat pendidikan penduduk rendah, karena tubuh masih kuat mereka tidak datang berobat, yang akan mendatangkan masalah lanjutan, yaitu telah parahnya penyakit yang di derita, sehingga saat datang berobat sering talah terlambat.

3) Tahap Penyakit Lanjut
Apabila penyakit makin bertambah hebat, penyakit masuk dalam tahap penyakit lanjut. Pada tahap ini penderita telah tidak dapat lagi melakukan pekerjaan dan jika datang berobat, umumnya telah memerlukan perawatan.

4) Tahap Akhir Penyakit
Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berakhir. Berakhirnya perjalanan penyakit tersebut dapat berada dalam lima keadaan, yaitu :
1. Sembuh sempurna : penyakit berakhir karena pejamu sembuh secara sempurna, artinya bentuk dan fungsi tubuh kembali kepada keadaan sebelum menderita penyakit.
2. Sembuh tetapi cacat : penyakit yang diderita berakhir dan penderita sembuh. Sayangnya kesembuhan tersebut tidak sempurna, karena ditemukan cacat pada pejamu. Adapun yang dimaksudkan dengan cacat, tidak hanya berupa cacat fisik yang dapat dilihat oleh mata, tetapi juga cacat mikroskopik, cacat fungsional, cacat mental dan cacat sosial.
3. Karier : pada karier, perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena gejala penyakit memang tidak tampak lagi. Padahal dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit yang pada suatu saat, misalnya jika daya tahan tubuh berkurang, penyakit akan timbul kembali. Keadaan karier ini tidak hanya membahayakan diri pejamu sendiri, tetapi juga masyarakat sekitarnya, karena dapat menjadi sumber penularan
4. Kronis : perjalanan penyakit tampak terhenti karena gejala penyakit tidak berubah, dalam arti tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. Keadaan yang seperti tentu saja tidak menggembirakan, karena pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit.
5. Meninggal dunia : terhentinya perjalanan penyakit disini, bukan karena sembuh, tetapi karena pejamu meninggal dunia. Keadaan seperti ini bukanlah tujuan dari setiap tindakan kedokteran dan keperawatan.

5. KONSEP TERJADINYA PENYAKIT
Ada beberap sejarah perkembangan teori terjadinya penyakit yaiut di antaranya sebagai beriktu:
1. Pada awalnya persepsi tentang terjadinya penyakit dianggap akibat gangguan makhluk halus
2. Teori Hipocrates menyatakan bahwa penyakit penayakit terjadi akibat pengaruh lingkunganterutama air, udara dan lain-lainnya
3. Teori Humoral menerangkan bahwa terjadinya penaykit dapt disebabkan oleh gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh
4. Teori Miasma merumuskan bahwa penyebab dari suatau penaykit dikarenakan sisa dari mahluk hidup yang mati membusuk, meninggalkan pengotoran udara & lingkungan
5. Teori jasad renik atau teori germ berkembang setelah di dapatkannya mikroskop & dilengkapi dengan teori imunitas
6. Teori nutrisi & resistensi hasil berbagai pengamatan epimiologis
7. Teori ekologi lingkungan menjelaskan bahwa bahwa manusia berinteraksi dengan lingkungan tertentu sehingga dari interkasi tersebutdapt menimbulka terjadi penyakit

Secara lebih rinci penyebab terjadinya suatu penyakit dijelaskan melalui Segitiga Epidemiologi sebagai berikut:
1. AGENT
yang disebabkan oleh berbagai unsur seperti unsur biologis yang dikarenakan oleh mikro organisme (virus, bakteri, jamur, parasit, protzoa, metazoa, dll), unsur nutrisi karena bahan makanan yang tidak memenuhi standar gizi yang ditentukan, unsur kimiawi yang disebabkan karena bahan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh sendiri (karbon monoksid, obat-obatan, arsen, pestida, dll), unsur fisika yang disebabkan oleh panas, benturan, dll, serta unsur psikis atau genetik yang terkait dengan heriditer atau keturun. Demikian juga dengan unsur kebiasaan hidup (rokok, alcohol, dll), perubahan hormonal dan unsur fisioloigis seperti kehamilan, persalinan, dll.

2. HOST
Host atau penajmau ialaha keadaan manusia yangsedemikan rupa sehingga menjadi faktor risiko untuk terjadinya suatu penyakit. Faktor ini di sebabkan oleh faktor intrinsik. Factor penjamuyang biasanya menjkadi factor untuk timbulnya suatu penyakit sebagai berikut
1. Umur. Misalnya, usia lanjut lebih rentang unutk terkena penyakit karsinoma, jantung dan lain-lain daripada yang usia muda.
2. Jenis kelamin (seks). Misalnya , penyakit kelenjar gondok, kolesistitis, diabetes melitus cenderung terjadi pada wanita serta kanker serviks yang hanya terjadi pada wanita atau penyakit kanker prostat yang hanya terjadi pada laki-laki atau yang cenderung terjadi pada laki-laki seperti hipertensi, jantung, dll.
3. Ras, suku (etnik). Misalnya pada ras kulit putih dengan ras kulit hitam yang beda kerentangannay terhadapa suatu penyakit.
4. Genetik (hubungan keluarga). Misalnya penyakit yang menurun seperti hemofilia, buta warna, sickle cell anemia, dll.
5. Status kesehatan umum termasuk status gizi, dll
6. Bentuk anatomis tubuh
7. Fungsi fisiologis atau faal tubuh
8. Keadaan imunitas dan respons imunitas
9. Kemampuan interaksi antara host dengan agent
10. Penyakit yang diderita sebelumnya
11. Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial dari host sendiri

3. ENVIRONMENT
Faktor lingkungan adalah faktor yang ketiga sebagai penunjang terjadinya penyakit, hali ini Karen faktor ini datangnya dair luar atau bisas disebut dengan faktor ekstrinsik. Faktor lingkungan ini dapat dibagi menjadi:
1. Lingkungan Biologis (flora & fauna)
Mikro organisme penyebab penyakit Reservoar, penyakit infeksi (binatang, tumbuhan). Vektor pembawa penyakit umbuhan & binatang sebagai sumber bahan makanan, obat dan lainnya
2. Lingkungan Fisik
Yang dimaksud dengan lingkunganfisik adalah yang berwujud geogarfik dan musiman. Lingkungan fisik ini dapat bersumber dari udara, keadaan tanah, geografis, air sebagai sumber hidup dan sebagai sumber penyakit, Zat kimia atau polusi, radiasi, dll.
3. Lingkungan Sosial Ekonomi
Yang termasuk dalam faktor lingkungan soial ekonomi adalah sistem ekonomi yang berlaku yang mengacu pada pekerjaan sesorang dan berdampak pada penghasilan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Selain itu juga yang menjadi masalah yang cukup besar adalah terjadinya urbanisasi yang berdampak pada masalah keadaan kepadatan penduduk rumah tangga, sistem pelayanan kesehatan setempat, kebiasaan hidup masyarakat, bentuk organisasi masyarakat yang kesemuanya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan terutama munculnya bebagai penyakit.

Penyebab suatu penyakit dapat dikelompokkan menjadi:
1. Penyabab primer seperti biologis, nutrisi, kimia, fisik, psikis dll
2. penyebab skunder yang merupakan Interaksi antar agent

6. KLASIFIKASI PENYAKIT
Tujuan untuk mengklasifikasikan jenis penyakit adalah sebagai berikut:
1. Mengenal ada tidaknya suatu penyakit di masyarakat
2. Dapat membedakan satu penyakit dengan penyakit lainnya, sehingga jika dilakukan pengukuran tentang frekuensi dan penyebaran tersebut tidak sampai tergabung dengan penyakit lainnya yang berbeda.
1. Secarra Epidemiologi dapat dibedakan atas 2 macam:
a) Menurut kriteria manifestasi penyakit yang bertujuan untuk membantu cara pengobatan berbagai penyakit penyakit. Adapun kelompok dari kriteria ini adalah sebagai berikut
• Gejala (misalnya batuk-batuk)
• Keluhan (misalnya sakit kepala)
• Kelainan bentuk (misalnya tumor)
• Kelainan fungsi tubuh (misalnya patah tulang)
• Pyrexia (Gejala berkeringat banyak)
• Locales (Gejala setempat)
• Neroses (Gejala neurosis)
• Cachexiae (Gejala tubuh kurus & melemah)

b) Menurut Kriteria penyebab penyakit yang bertujuanuntuk membantu untuk pencegahan dan penaggulangan suatu penyakit suatu penyakit. Contoh klasifikasi menurut penyebab penyakit yaitu, penyakit Silikosis tyang disebabkan oleh debu silikat, Filariasis yang disebabkan oleh cacing filarial, Salmanellosis yang disebabkan oleh kuman salmanella dan lain-lain.
2. Sedangkan klasifikasi menuru International Classification of Diseases (ICD)
a) Salah satu dari klasifikasi penyakit yang banyak dipakai sebagai acuan adalah: klasifikasi penyakit yang disusun oleh WHO yang dikenal dengan nama International Classification of Diseases (ICD) yang disusun pertama kalinya pada tahun 1900. Cara klasifikasi yang dipergunakan ialah memanfaatkan kriteria manifestasi & atau penyebab untuk kemudian pada setiap penyakit yang telah dikelompokkan tersebut diberikan nama tertentu (nosology)
b) Indonesia juga mempergunakan ICD dalam menyusun klasifikasi penyakitnya. Untuk itu disusunlah daftar nama penyakit yang menurut kegunaannya dibedakan atas 2 macam yaitu KODE A untuk fasilitas kesehatan yang > mampu serta pengobatan rawat dan KODE B untuk fasilitas kesehatan yang kurang mampu serta pengobatan jalan. Kedua kode ini telah disahkan pemakaiannya oleh DepKes RI 19 Juli 1955, saat ini telah beberapa kali mengalami penyempurnaan
c) Ada 17 Kelompok Utama Penyakit Menurut ICD
1. Penyakit infeksi & parasit
2. Neoplasma
3. Penyakit endokrin, nutrisi & metabolik dan gangguaan imunitas
4. Penyakit darah & organ pembuluh darah
5. Gangguan mental
6. Sistem saraf dan alat indra
7. Sistem peredaran darah
8. Sistem pernafasan
9. Sistem pencernakan
10. Sistem Kencing dan kelamin
11. Komplikasi Kehamilan, persalinan & nifas
12. Kulit dan jaringan bawah kulit
13. Sistem otot rangka dan jaringan ikat
14. Kelainan bawaan
15. Keadaan tertentu dari masa perinatal
16. Gejala, tanda & keadaan tidak jelas
17. Cedera dan keracunan
3. Klasifikasi menurut WHO

4. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan maupun teknologi maka para ahli membuat klasifikasi baru yaitu:
1. Berdasarkan risikoko yang ditimbulkan oleh penyakit. Hal yang paling menentukan dari suatu penyakit misalnya tekanan darah pada penyakit hipertensi, kadar gula darah pada DM & kadar kolesterol pada penyakit jantung
2. Berdasarkan derajat kelainan fungsi tubuh yang ditimbulkan oleh penyakit. Misalnya pada kelainan virus ditemukan kelainan pendengaran, kelainan pembicaraan
3. Berdasarkan pengaruhnya terhadap indeks kesehatan penduduk. Misalnya terhadap CDR, IMR, MMR, & Live expecten.
4. Berdasarkan sifat Multidimensional à menggabungkan pelbagai hal. Misalnya gejala yang digabung dengan risiko serta kelainan fungsi yang ditimbulkannya.

5. Berdasarkan perjalanannya penyakit dapat dibagi menjadi :
1. Akut
2. Kronis
6. Berdasarkan sifat penularannya dapat dibagi menjadi :
1. Menular
2. Tidak Menular

Beberapa Istilah
• Epidemik = Wabah = KLB
• Pandemik = Epidemi Lintas negara / Benua
• Endemik = penyakit yg selalu ada di suatu area tertentu
• Sporadis = kasus-kasus yg tdk mempunyai hub epid
• Common Source = epidemik yg timbul dari sumber yg sama
• Propagated = epidemik yg timbul akibat penyebaran
• Cluster KLB
• Exposure = Terpapar
Kesempatan dari suatu Host yg rentan mendapat infeksi
• Patogen = kemampuan Agent menimbulkan penyakit

Referensi:

1. Budiarto, Eko.2003. Pengantar Epidemiologi.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
2. Bustan MN ( 2002 ). Pengantar Epidemiologi, Jakarta, Rineka Cipta
3. Nasry, Nur dasar-dasar epidemiologi
4. Arsip mata kuliah FKM UNHAS 2006

About these ads
Komentar
  1. Rahma Abelia Daeringly mengatakan:

    buat yang membuat situs ini makasih banget,,,,,,
    situs ini sangat bagus untuk membantu saya untuk mempelajari epidemologi……
    belajar epidemologi memang bagus karena sangat berpengaruh pada lingkungan……..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s