GAMBARAN SPASIAL KASUS DEMAM TIFOID DENGAN METODE GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) DI KECAMATAN PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR TAHUN 2009

Kasus demam tifoid di Indonesia hingga saat ini masih tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran spasial kasus demam tifoid di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode GIS (Geographic Information System).

Populasi sebanyak 254 kasus dan sampel sebanyak 96 kasus klinis dan hasil tes widal positif yang diambil secara total sampling/exhautive sampling dengan kriteria inklusi berdomisili di Kecamatan Panakkuakng dan terdaftar di puskesmas yang wilayah kerjanya di Kecamatan Panakkukang yaitu Puskesmas Tamamaung, Karuwisi, Batua, dan Pampang.

Hasil penelitian ini menunjukkan kasus demam tifoid tertinggi di Kelurahan Pampang yaitu 24 kasus (25%), terbanyak pada perempuan yaitu 62 kasus (64,6%), terbanyak pada kelompok umur 5-14 tahun yaitu sebanyak 30 kasus (31,2%), serta tertinggi pada Bulan Februari yaitu sebanyak 19 kasus (19,8%). Kasus terbanyak terdapat pada zona buffer 0-250 m dari sarana pelayanan kesehatan sebanyak 28 kasus (29,2%). Berdasarkan daerah aliran sungai, kasus terbanyak terdapat pada zona buffer 250-500 m sebanyak 23 kasus (24,0%). Kasus terbanyak berada pada zona buffer 250-500 m dan 500-750 m masing-masing 23 kasus (24,0%) dari aliran kanal. Berdasarkan daerah pasar tradisional, kasus terbanyak berada pada zona buffer 250-500 m dan 500-750 m masing-masing 16 kasus (16,7%), dan berdasarkan tempat pembuangan sampah sementara, kasus terbanyak terdapat pada zona buffer 250-500 m yaitu sebanyak 48 kasus (50%). Berdasarkan cakupan air bersih, kasus tertinggi terdapat pada daerah yang cakupan air bersihnya antara 70-80% sebanyak 62 kasus (62,5%) dan berdasarkan cakupan jamban keluarga, kasus tertinggi terjadi pada daerah yang cakupan jamban keluarganya antara 65-77% sebanyak 34 kasus (35,4%).

Disarankan untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, meningkatkan dan menjaga sanitasi lingkungan di daerah aliran sungai dan kanal, menjaga dan meningkatkan kebersihan pasar tradisional, membuang sampah pada tempat sampah kontainer yang tersedia, menjaga air bersih agar tidak tercemar oleh bakteri Salmonella typhi, menjaga kebersihan jamban keluarga agar tidak menjadi media penularan bakteri Salmonella typhi.

Kata Kunci: Gambaran Spasial, Demam Tifoid , Geographic Information System
By: Andika, Dian Sidik, Rismayanti

2 Komentar (+add yours?)

  1. yasir
    Feb 13, 2011 @ 07:51:21

    penelitiannya sangat menarik… pakai GIS..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: