TINJAUAN PUSTAKA: GAMBARAN SPASIAL

Secara umum, terdapat dua jenis data yang dapat digunakan untuk merepresentasikan atau memodelkan fenomena-fenomena yang terdapat di dunia nyata. Jenis data tersebut yaitu jenis data ruang atau spasial dan jenis data atribut atau non-spasial. Jenis data spasial ini menjabarkan lokasi, bentuk dari feature geografi dan aspek-aspek keruangan dari fenomena yang bersangkutan dan hubungan spasial pada feature lainnya, sedangkan data atribut (non spasial) berisi items atau properties dari fenomena yang bersangkutan hingga dimensi waktunya atau keterangan (atribut) dari suatu feature (Prahasta, 2002 & Gunarso, 2003).

Data spasial mengacu pada informasi yang berhubungan dengan lokasi di permukaan bumi, dan memungkinkan pengguna untuk melihat suatu kawasan atau fitur geografis dalam kaitannya dengan daerah lain (dalam kaitannya dengan perubahan dari waktu ke waktu dan dalam hubungannya dengan berbagai faktor). Data Spasial baik menggambarkan lokasi sebuah fitur geografis dan atributnya (non-locational informasi tentang fitur, biasanya disimpan sebagai koordinat dan topologi). Sebuah fitur sifat-sifat dapat dilihat sebagai informasi deskriptif yang digunakan untuk mengelompokkan dan atau menggambarkan fitur tertentu. Data Spasial ada dalam berbagai bentuk, termasuk peta digital, kertas peta, daerah sidik jari dan foto digital citra satelit dan dapat dimanipulasi di desktop pemetaan atau program GIS (Geographic Information System) seperti ArcView, ArcInfo, MapInfo, atau Intergraph. (University Of Alberta’s Libraries, 2006).

Data vektor mewakili fitur geografis (entitas) sebagai x, y koordinat dan merupakan fitur yang digambarkan sebagai titik-titik, garis dan poligon. Contoh dari vektor umum format Arc / Info Ekspor (E00 file), MapInfo MID/MIF file, DXF dan Shape. (University Of Alberta’s Libraries, 2006).
Data raster adalah sel atau piksel dengan metode mewakili fitur bumi dengan masing-masing sel atau piksel memiliki nilai. Data raster merupakan peta atau gambar yang dibuat melalui pemindaian. Contoh dari raster format TIFF, GIF, JPEG, dan BMP. (University Of Alberta’s Libraries, 2006).
Karakteristik utama dari data spasial adalah keunikan mengumpulkan data wilayah untuk berbagai kepentingan. Selain itu juga ditujukan sebagai salah satu elemen yang kritis dalam melaksanakan pembangunan sosial ekonomi secara berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Berdasarkan perkiraan hampir lebih dari 80% informasi mengenai bumi berhubungan dengan informasi spasial (Budiyanto, 2002).

Kemampuan spasial merupakan aspek dari kognisi berkembang sejalan dengan perkembangan kognitif yaitu konsep spasial pada tahapan sensori-motor, konsep spasial pada tahapan pra-operasional, konsep spasial pada tahapan konkrit-operasional dan konsep spasial pada tahapan formal-operasional. Kemampuan spasial biasanya diperoleh melalui alur perkembangan berdasarkan hubungan spasial topologi, proyektif. Pada hubungan spasial topologi manusia mengerti spasial dalam hubungannya dengan relasi topologi yaitu “di samping” atau “di depan”. Dalam mengorganisasikan dan membangun bagian gambar atau pola masih didasarkan pada hubungan yang bersifat proksimitas, keterpisahan, urutan, ketertutupan dan kontinuitas. Objek atau gambar masih dilihat dalam isolasi, tidak dihubungkan dengan objek lain. Hubungan spasial semacam ini adalah bersifat hubungan satu-satu atau hubungan berkesinambungan. (Piaget & Inhelder dalam Tambunan, 2006).

Perkembangan teknologi yang cepat dalam pengambilan data spasial telah membuat perekaman terhadap data berubah menjadi bentuk digital dan relatif cepat dalam melakukan prosesnya. Salah satunya perkembangan teknologi yang berpengaruh terhadap perekeman data pada saat ini adalah teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan GPS (Global Potitioning System) (Prahasta, 2002).
Prinsip yang dapat mengidentifikasikan perubahan teknologi perekaman data spasial selama tiga dasawarsa ini yaitu, perkembangan teknologi, kepedulian terhadap lingkungan hidup, konflik politik atau perang, kepentingan ekonomi.

Data lokasi yang spesifik dibutuhkan untuk melakukan pemantauan terhadap dampak dalam suatu lingkungan, untuk mendukung program restorasi lingkungan dan untuk mengatur pembangunan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan melalui kegiatan mapping (pemetaan) dengan menggunakan komputer dan pengamatan terhadap bumi dengan menggunakan satelit penginderaan jauh (Mastra, 2003).
Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu (Peraturan Pemerintah RI No X, 2000).
Peta mulai ada dan digunakan manusia sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat (Mastra, 2003).

Mapping (pemetaaan) adalah proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran permukaan bumi (terminologi geodesi) dengan menggunakan cara dan atau metode tertentu sehingga didapatkan hasil berupa softcopy maupun hardcopy peta yang berbentuk vektor maupun raster (Mastra, 2003).
Adapun jenis-jenis peta menurut Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) tahun 2005 yaitu sebagai berikut:
1. Jenis-Jenis Peta
a) Jenis Peta Berdasarkan Isinya
Berikut ini adalah penjelasan penggolongan peta berdasarkan isinya. Berdasarkan isinya peta dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu: peta umum dan peta khusus (tematik).

(1) Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis misalnya sungai, gunung, laut, danau dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainnya.
(2) Peta Khusus atau Tematik
Peta khusus atau tematik adalah peta yang hanya menggambarkan satu atau dua kenampakan pada permukaan bumi yang ingin ditampilkan berdasarkan tema tertentu. Peta khusus adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan (fenomena geosfer) tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya. Contoh peta khusus yaitu peta curah hujan, peta kepadatan penduduk, peta penyebaran hasil pertanian, peta penyebaran hasil tambang, chart (peta jalur penerbangan atau pelayaran).
b) Jenis peta berdasarkan skalanya
Peta tidak sama besarnya (ukurannya). Ada peta yang berukuran besar dan ada peta yang berukuran kecil. Besar-kecilnya peta ditentukan oleh besar-kecilnya skala yang digunakan. Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi (lapangan).
Peta berdasarkan skalanya dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
(1) Peta kadaster atau teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah, oleh karena itu banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Dinas Agraria (Badan Pertanahan Nasional).
(2) Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Peta skala besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, misalnya peta kelurahan, peta kecamatan.
(3) Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1: 500.000. Peta skala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas, misalnya peta propinsi Jawa Tengah, peta Propinsi Maluku.
(4) Peta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau lebih. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas, misalnya peta negara, benua bahkan dunia. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar angka pembandingnya berarti skala peta itu makin kecil.

c) Jenis peta berdasarkan tujuannya
Peta dibuat orang dengan berbagai tujuan. Berikut ini contoh-contoh peta untuk berbagai tujuan:
(1) Peta Pendidikan (Educational Map)
Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU.
(2) Peta Ilmu Pengetahuan
Contohnya: peta arah angin, peta penduduk.
(3) Peta Informasi Umum (General Information Map)
Contohnya: peta pusat perbelanjaan.
(4) Peta Turis (Tourism Map)
Contohnya: peta museum, peta rute bus.
(5) Peta Navigasi
Contohnya: peta penerbangan, peta pelayaran.
(6) Peta Aplikasi (Technical Application Map)
Contohnya: peta penggunaan tanah, peta curah hujan.
(7) Peta Perencanaan (Planning Map)
Contohnya: peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan.
2. Fungsi Peta
Peta sangat diperlukan oleh manusia karena dari peta diketahui lokasi yang dicari. Secara umum fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut:

a) Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
b) Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
c) Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.
d) Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
e) Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
f) Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
g) Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
h) Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.

REFERENSI:
1. Budiyanto, Eko. 2002. Sistem Informasi Geografis

2. Andika. 2010. Gambaran Spasial Kasus Demam Tifoid Dengan Metode GIS (Geographic Information System) di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Tahun 2009. Skripsi tidak dipublikasikan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

3. Ansariadi dan Alimunddin, 2009. Spatial Analysis For Several Important Diseases and Health Service In South Sulawesi; Experiences Using GIS Methodes In Health. Australia: Charsles Darwin University Press

4. Arsip Perkuliahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: